5 Tehnik Rahasia Menjadi Master Biologi


Sebagian siswa ingin sekali menjadi Master Biologi, dengan berbagai alasan. Ada yang berkaitan dengan cita-cita menjadi dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya, ada juga beralasan Biologi itu unik dan ingin tahu lebih tentang diri sendiri dan alamnya, atau bahkan sebagai pelarian, hehe..
Banyak siswa yang beranggapan biolgi pelajaran paling mudah, karena minim sekali hitung-hitungan. Faktanya banyak juga ilai ulangan harian atau ujian sekolah mata pelajaran biologi ambruk brukk. Ternyata tak semudah yang diucapkan. Alasannya pun beragam, kata latinnya itu bikin sulit, banyak sekali yang dihapal, materinya kebanyakan.
Anda bisa lakukan 5 Tehnik Rahasia Menjadi Master Biologi supaya nilai ulangan atau ujian biologi menjadi lebih baik.

Sumber gambar; www.manahatan.com

1. Gambar Gambar Gambar

Biologi merupakan ilmu alam yang abstrak, tidak mudah untuk menghafal dengan berkhayal-khayal belaka, nanti giliran kesandung dan jatuh bisa-bisa hafalannya hilang, hehe.. Anda bisa menemukan gambar-gambar dari Om Google dan kemudian gambar ulang. Setelah gambar selesai maka bubuhilah dengan keterangan.
Contoh gambar biologi.


2. Tuliskan Detail Keterangan Gambar

Gambar struktur sel di atas ada beberapa keterangan misalnya mitokondria. Buatlah penjelasan keterangan gambar. Contoh:
  • Mitokondria : Organel pembangkit energi sel
  • Lisosom : Organel pencerna materi/molukel intrasel
Kemudian, timbulkan pertanyaan "Mengapa mitokondria dapat membangkitkan energi?" dan Mengapa lisosom dapat mencerna molekul intrasel?". Carilah jawabannya di buku atau sumber lainnya.
  • Mitokondria merupakan organel pembangkit energi karena di dalamnya terbentuk molekul energi berupa ATP melalui serangkaian proses respirasi sel.
  • Lisosom merupakan organel pencerna molekul intrasel karena didalam lisosom terdapat enzim hidrolisis.
Jika Anda ingin lebih dalam lagi, silahkan kembangkan lagi uraian yang sudah dibuat misalnya "Apa itu respirasi sel?, Bagaimana proses respirasi sel?, dll" Maka Anda akan sadar bahwa biologi itu sangat sistematis dan dapat dipahami secara mendalam.

3. Jangan takut bahasa Latin atau Yunani

Tidak semua ahli atau guru biologi mampu bercakap-cakap degan bahasa latin, itu artinya tidak harus benar-benar mengerti bahasa latin, cukup baca-baca ulang saja atau hafal istilah-istikah tertentu dalam biologi yang memmakai bahasa latin.
Contohnya: Istilah-istilah bagian tubuh organisme:
  • Chepal = kepala
  • Podos = kaki
  • Abdomen = bagian perut
  • Thoraks = bagian dada 
  • Haima = darah
  • Arthron = segmen
Jika ada organisme yang digolongkan kelompok Chepalopoda maka kita akan mengaitkan kepala dan kaki sehingga dengan mudah Anda mengingat Hewan yang memiliki "kaki" (alat gerak) di bagian kepala. Dengan mudah Anda mencontohkan cumi-cumi dan gurita sebagai hewan Chepalopoda. Contoh lainnya:

  • Arthropoda (Hewan degan kaki bersegmen/ruas)
  • Cephal Hematoma (Pembengkakan kepala karena perdarahan)
  • Cephalothoraks (Bagian kepala dan dada menyatu pada beberapa hewan)
Nah secara sistematis maka pengusaan istilah/terminologi di atas menjadi metode penghapalan dan metode pemahaman.

Metode Penghapalan
Metode penghapalan untuk istilah-istilah tertentu. Contoh istilah-istilah bagian tubuh, posisi tubuh, sifat dan bentuk tubuh, struktur tubuh.
Misalnya yang harus dihapal istilah berikut:
  • Dorsal (bagian atas/punggung) >< Vental (bagian bawah/perut)
  • Proksimal (bagian yang dekat) >< Distal (bagian yang jauh)
  • Anterior (bagian depan) >< Posterior (baian belakang)
  • Cranial (kepala) >< Caudal (ekor)
  • Dextra (kanan) >< Sinistra (kiri)
  • Superior (atas) ><  Inferior (bawah)
  • Endo- (dalam) >< Ekso- (luar)
  • Pulmo (paru-paru)
  • Cardio (jantung)
  • Uterus (rahim)
  • A- (tidak ada/bukan)
  • Hyper - (lebih banyak) >< Hypo- (lebih sedikit)
  • Dis- (gangguan)
  • -itis  (infeksi)
  • Gaster (Perut/lambung)
  • Sub - (bawah) >< Supra - (atas)
  • -blast (pertumbuhan)
  • -lisis (lepas/hancur)
  • -osis (proses)
  • -oma (tumor)
  • -rrhea (aliran)
  • -logos/-logi (ilmu)
  • labium (bibir)
  • oris/oral (mulut)
  • dst. (dan seterusnya)
Kuncinya Anda harus sering-sering baca buku biologi agar lebih mengenal istilah-istilah tersebut.

Metode Pemahaman
Jika Anda sudah hapal beberapa istilah, Anda akan sangat mudah memahami istilah-istilah biologi yang seolah-olah sangat rumit.
Contohnya: 
  • Perikardium (peri=tepi, kardi = jantung) => bagian tepi pembungkus jantung (selaput luar jantung)
  • Perikarditis (peri=tepi, kardi=jantung, itis=radang) => Peradangan selaput epikardium.
  • Labium oris (labium=bibir, oris=mulut) => bibir pada mulut
  • Amenorrhea (a= tidak, mens=mesntruasi, rrhea=aliran) => Kelainan pada wanita yang tidak terjadi siklus/aliran menstruasi.
  • dan lain sebagainya.

4. Jangan abaikan Pelajaran lain

Belajar biologi itu ibarat "One Stop Science" (istilah ngarang), artinya hampir semua pelajaran berkaitan dengan biologi terutama pelajaran kimia, fisika, geografi dan matematika elementer.
Tidak dipungkiri biologi berkaitan dengan molekul-molekul organik maupun anorganik alias molekul kimiawi. Misanya jika kita memahami Fisiologi maka akan berhadapan dengan serangkaian reaksi kimia.
Tapi jangan telalu khawatir dulu, kimia yng ada pada biologi hanya kimia yang masih mendasar atau itu-itu aja, jika Anda sering belajar berulang-ulang maka kimia tidak akan membuat takut.
Fisika pun patut Anda pahami terutama berkaitan dengan Energi, Tekanan, dan Fluida. Menurut saya sangat mudah ko, pahami saja air/udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Energi dapat diubah jadi energi lain, aliran energi akan berkurang dari produsen ke konsumen karena terlepas untuk respirasi, dll. Anda akan mudah memahami difusi, osmosis, pernapasan perut/dada, tekanan jantung dan aliran darah, transfer energi (rantai makanan), siklus materi, dan lain-lain.
Geografi meski lebih cenderung dipelajari siswa jurusan IIS (ilmu-ilmu sosial) tapi sangat berkaitan dengan biologi misalnya dalam memahami siklus biogeokimia, isolasi flora fauna, dan ekologi.
Matematika juga penting. "Matematika??? Ane pilih Biologi itu karena takut matematika gan!!" Jangan khawatir dulu, matematika dalam biologi tidak terlalu rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep tertentu saja. Matematika digunakan untuk:
  • Kepadatan populasi
  • Penetuan rasio sifat yang diturunkan (hereditas)
  • Mekanisme evolusi/ Hukum Hardy-Weinberg
  • Kapasitas udara dalam paru-paru
  • Mementukan jumlah energi pada BMR
  • Energi yang ditransfer pada rantai makanan
  • ATP yang dihasilkan pada respirasi sel
  • dan lain-lain.
Jadi jika pilih Biologi karena pelarian dari Matematika, Anda akan menangis disini.

5. Belajar Sistematis dari Umum ke Khusus

Sanis bersifat induktif artinya generalisasi dari konsep khusus disusun sistematis dan disimpukan ke konsep umum. Jadi apa yang Anda dapatkan dari buku-buku atau jurnal merupakan bentuk umum. Misalnya Anda tahu bahwa lumut, paku, manga, kelapa adalah tumbuhan. Maka timbul pertanyaan "Mengapa lumut, paku, mangga, kelapa mempunyai kedudukan yang sama?"
Nah untuk dapat menjawabnya Anda harus mengamati ciri masing-masing tumbuhan tersebut. Untuk mempermudah memahaminya buatlah "Mind Map" atau Peta Pemikiran.
Mind Map dibuat dengan menentukan topik sentral (pohon utama), topik pokok (cabang), sub topik (ranting). Urutan tersebut menguraikan konsep umum menjadi konsep yang khusus.
Perhatikan contoh mind map berikut:

sumber gambar: Pinterest.com

Bakteri, virus dan fungi merupakan konsep umum/topik sentral, kemudian dibuat cabang yang lebih khusus/topik utama. Cabang dikhusukan lagi menjadi ranting. Membuat mind map sesuai apa yang ada di pikiran Anda, tak perlu sama dengan hirarki pada peta konsep yang ada di buku pelajaran.
Anda dapat membuat mind map menggunakan aplikasi untuk PC secara gratis yang dikembangkan oleh MindMaple. Klik di sini jika Anda membutuhkannya.

Semoga Tehnik Rahasia Menjadi Master Biologi dapat membantu Anda menggapai cita-cita. Jika ada kesalahan silahkan sampaikan Kritik dan Saran melalui email mahkotasains@gmail,com. Silahkan berkomentar di bawah ini dengan santun. 







Previous
Next Post »
0 Komentar